LATAR BELAKANG DAN ACUAN 7 TATANAN SEHAT

Melaksanakan amanah 7 TATANAN SEHAT yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang isinya antara lain penyelenggaraan pembangunan perkotaan dan perdesaan perlu mengikut sertakan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.

Kelurahan Tunjungsekar mengutamakan pendekatan proses  dari pada target, tidak mempunyai batas waktu, dan berkembang secara dinamik, sesuai dengan sasaran yang diinginkan masyarakat dalam pencapaian secara bertahap. Baca upaya kelurahan tunjungsekar dalam swastisaba 2019


TUJUAN DAN SASARAN

A. TUJUAN

 Tercapainya kondisi kelurahan yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain, sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat.

B. SASARAN

 1. Terlaksananya Program Kesehatan dan sektor terkait yang sinkron dengan kebutuhan masyarakat, melalui pemberdayaan Forum Kelurahan sehat.

2. Terbentuknya Forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik.

 3. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya, serta perilaku dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara adil, merata dan terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya yang ada di Tunjungsekar secara mandiri.

4. Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat urtuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat menjadi iebih baik.

KEBIJAKAN DAN STRATEGI 7 TATANAN SEHAT

  1. KEBIJAKAN

a. Memfasilitasi FKKS kelurahan tunjungsekar berupa ruang kerja , ATK , dan kosumsi rapat.

b. Kelurahan menerbitkan SK sebagai legalitas

c. Berkomitmen mendukung Progam – Progam yang di usulkan masyarakat dengan mengikutsertakan keterlibatan lembaga –lembaga kemasyarakatan yang ada

STRATEGI POKJA KELURAHAN SEHAT

2. STRATEGI POJA KELURAHAN SEHAT

  • Melibatkan PKK, Kader Posyandu , Kader Jumantik, Kader Pangan , Kader Kesehatan, Karang taruna , Kader Lansia , BABINSA dan BABINKAMTIPMAS yang dalam forum dan pokja Kelurahan Sehat, sebagai penggerak kegiatan-kegiatan di masyarakat.
  • Melakukan pendekatan Proses secara berkesinambungan dengan melibatkan pembinaan dari PUSKESMAS , FORUM komunikasi kecamatan , dan SKPD terkait.
  • PERENCANAAN

1. Program-program di lingkungan kesehatan dan sektor lain menjelaskan aspek lingkungan fisik, sosial dan budaya, termasuk perilaku serta upaya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan, untuk mewujudkankan Kabupaten/ Kota yang sehat. Di dalam mensosialisasikan kegiatan kepada masyarakat perlu dijelaskan keuntungan apa yang akan diperoleh masyarakat dalam jangka panjang, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi. Pilihan kegiatan upaya kesehatan yang disosialisasikan didalam meningkatkan Kabupaten/Kota/Desa Sehat, perlu dikaitkan dengan perencanaan sektor yang telah direncanakan dan yang termuat dalam perencanaan daerah, serta aspek peningkatan ekonomi kelompok masyarakat di kawasan tersebut.

2. Pada umumnya masyarakat menyatakan kebutuhan mereka dalam wujud peningkatan sumber ekonomi, pemenuhan sarana, prasarana lingkungan, baik secara fisik maupun sosial. Kebutuhan masyarakat dalam bentuk perlunya pelayanan sosial dan kesehatan, maupun prioritas sektor lainnya yang direncanakan merupakan kebutuhan berikutnya Dalam hal ini pengelola program kesehatan dan sektor lainnya perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa kesehatan masyarakat akan dapat terwujud apabila peningkatan sarana dan prasarana lingkungan tersebut diikuti dengan peningkatan perilaku dan upaya pelayanan kesehatan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan.

  • PELAKSANAAN


Fungsi Forum Kota Sehat dan Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat adalah:

1. Merumuskan usulan, prioritas, sasaran, perencanaan dan evaluasi perkembangan dari Desa/Kelurahan Sehat.

2. Mengupayakan pencarian dan penyaluran sumber pembiayaan yang tidak mungkin ditanggulangi oleh Forum dan Pokja, maka diupayakan dari sumber lain, seperti LSM, swasta dan pemerintah

3. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masyarakat, pemerintah dan unsur-unsur non pemerintah agar dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien

Pokja Kelurahan/Desa Sehat berfungsi memformulasikan kegiatan, melaksanakan dan memantau kegiatan Kota/Desa Sehat, serta menggerakkan potensi yang ada di masyarakat.

Usulan kegiatan Pokja Kelurahan/ Desa Sehat diteruskan ke Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat ke Bappeda Kabupaten melalui Camat setempat, untuk dijadikan sebagai paket usulan Desa Sehat, sedangkan di luar usulan tersebut disalurkan kepada sektor terkait dan LSM.

Selanjutnya Bappeda menyalurkan ke instansi terkait untuk dapat dijadikan sebagai Paket Usulan Kelurahan /Desa, sedangkan di luar usulan tersebut disalurkan kepada sektor terkait dan LSM. Selanjutnya Bappeda menyalurkan ke instansi terkait untuk dapat dijadikan sebagai Paket Usulan Kelurahan/Desa, sedangkan di luar usulan tersebut disalurkan kepada sektor terkait dan LSM.


7 TATANAN SEHAT

1. Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum.

2. Kawasan Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi.

3. Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat.

4. Kawasan Pariwisata Sehat.

5. Ketahanan Pangan dan Gizi.

6. Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri.

7. Kehidupan Sosial Yang Sehat.

INDIKATOR

pemilihan indikator memperhatihan hal sebagai berikut:

1. Setiap daerah dapat memilih, menetapkan indikator sesuai dengan kegiatan, kondisi dan kemampuannya, dan kesepakatan bersama dengan pemerintah daerah. Setiap tahun sasaran indikator dan sasaran berkembang sesuai kondisi yang ada.

2. Forum bersama Pemerintah Daerah dapat memilih besaran indikator yang sesuai dengan kapasitasnya.

3. Pencapaian pendekatan Kabupaten/Kota Sehat tergantung dari kemampuan dari masing-masing daerah.

4. Indikator proses adalah cara mengukur seberapa jauh langkah langkah Kabupaten/Kota Sehat sudah dilaksanakan di masing masing daerah:

5. Indikator out put adalah pencapaian sasaran kegiatan yang telah disepakati masyarakat.

6. Indikator gerakan masyarakat antara lain ditunjukan dengan adanya Adanya program percontohan; dana berputar, keterlibatan forum dan masyarakat terhadap program yang dilaksanakan sektor; adanya kegiatan penyuluhan rutin/penyebar luasan informasi melalui media masa/pembuatan media (poster, lief let, kesenian tradisional dll) atau pertemuan/seminar/ workshop, di) atau Forum menyampaikan konsep pemecahan masalah kepada Pemerintah Daerah/sektor tentang program yang disepakati.

  • Menu kegiatan

I. INDIKATOR POKOK 7 TATANAN SEHAT

1. Belajar 9 Tahun.

2. Angka Melek Huruf

3. Pendapatan Perkapita domestik

. 4. Angka Kematian Bayi

5. Angka Kematian Balita

6. Angka Kematian Ibu Melahirkan .

7. Adanya RUTRK (Rencana Detail Tata Ruangan Kota).

8. Program dana sehat dan jaminan sosial nasional bagi masyarakat miskin.


II. INDIKATOR UMUM 7 TATANAN SEHAT

1. Adanya dukungan pemda.

2. Adanya program pendukung di sektor.

3. berfungsinya tim Pembina Kab/ kota dan Kecamatan.

4. berfungsinya Forum Kan/ kota.

5. Adanya sekretariat Forum

6. Berfungsinya Forum Komunikasi Desa/ kelurahan.

7. Berfungsinya Pokja Kelurahan/Cesa.

8. Adanya kesepakatan masyarakat dan pemda tentang pilihan tatanan dan kegiatan.

9. Adanya perencanaan forum yg disepakati masyarakat dan pemda.

10. Adanya kegiatan yang dilaksanan oleh masy. melalui forum/ forum komunikasi/ pokja.


III. INDIKATOR KHUSUS 7 TATANAN SEHAT

Baca Peran pokja sehat kelurahan Tunjungsekar


A. Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat Indikator Kab/ kota Sehat


1. Udara Bersih

a. Memenuhi standar ISPU

b. Kendaraan bermotor memenuhi syarat emisi

c. Peningkatan penggunaan bahan bakar yang memenuhi syarat.

d. Penurunan Kasus gangguan pernapasan (ISPA/pneumonia)

e. Penurunan kasus TB Paru


2. Air Sungai Bersih

a. Terlarang membuang sampah ke sungai.

b. Terlarang membuang kotoran manusia ke sungai

c. Terlarang membuang sampah limbah industri ke sungai

d. Adanya penataan fisik bantaran sungai


3. Penyediaan Air Bersih Individu dan Umum

a. Meningkatnya cakupan penggunaan air bersih.

b. Meningkatnya cakupan Kualitas air minum memenuhi syarat kesehatan.

c. Meningkatnya % Masyarakat yang memeriksakan airnya ke laboratorium.

d. Penurunan kasus Diare


4. Pembuangan Air Limbah Domestik (Rumah Tangga)

a. Sistem pengolahan limbah kota memenuhi syarat.

b. Adanya gerakan masyarakat dalam pembangunan SPAL/jamban.

c. Cakupan penggunaan Sarana air limbah dan jamban keluarga yang memenuhi syarat.

d. Selokan bebas jentik nyamuk.

e. Penurunan Kasus Filariasis (kaki gajah).


5. Pengelolaan Sampah

a. Sampah tidak menumpuk di TPS/ permukiman.

b. Terlaksananya pemisahkan sampah basah dengan sampai lainnya.

c. TPA tidak mencemari lingkungan.

d. Angka kepadatan lalat

e. Angka jentik aedes.

f. Terlaksananya program PSN 3M, di sekolah, tempat- tempat umum


6. Perumahan dan Permukiman

a. Adanya sarana fasilitas umum

b. Bebas jentik aedes

c. Bebas banjir.

d. Meningkatnya Rumah Sehat yang memenuhi syarat.

e. Menurunnya keluhan kesehatan akibat pencemaran industri/pertambangan

f. Tidak terjadi KLB penyakit Diare & DBD, atau malaria.

g. Meningkatnya pemanfaatan Puskesmas

h. Rumah Sakit menyelenggarakan pelayanan 4 (empat) spesialis dasar.


7. Pertamanan

a. Tersedianya taman dan pertanaman.

b. Adanya pengaturan Pemeliharaan

8. Sekolah

a. Adanya kegiatan UKS dan Organisasi BP3.

b. Meningkatnya kesehatan murid.

c. Terlaksananya program olahraga yang terencana.

d. Menurunnya jumlah peserta didik putus sekolah.

9. Pengelolaan Pedagang kaki lima

a. Keamanan dan kenyamanan terjamin.

b. Pemeliharaan kebersihan oleh pedagang

c. Tersedia sarana mencegah kebakaran

d. Toilet umum terjaga kebersihannya

e. Pasar yang memenuhi persyaratan

f. Terlaksananya program jaminan kesehatan pada pedagang.

10. Sarana Olah Raga dan Rekreasi dan Tempat Bermain Anak- anak

a. Tersedianya sarana prasarana untuk berolah raga.

b. Tersedianya tempat bermain anak-anak dan rekreasi

c. Tersedianya pelayanan kesehatan olah raga

d. Meningkatnya derajat kesegaran/kebugaran jasmani masyarakat

e. Meningkatnya partisipasi kelompok-kelompok masyarakat berolahraga secara teratur dan terukur.

11. Penataan Sektor Informal (Pedagang Kaki/asongan atau Industri Rumah Tangga)

a. Adanya penataan sector infoermal.

b. Tidak menimbulkan pencemaran

c. Adanya program untuk meningkatkan perekonomian pedagang.

d. Terselenggaranya jaminan pelayanan kesehatan bagi pekerja


B. Kawasan Tertib Lalu Lintas & Pelayanan Transportasi

1. Pelayanan Angkutan Umum

a. Terpenuhinya prasyaratan kendaraan umum yang bersih dan hygienis, serta bebas rokok.

b. Terpenuhinya persyaratan emisi kendaraan bermotor.

c. Bebas dari kebisingan.

d. Jaminan keamanan angkutan barang dan pangan.

e. Adanya pemeriksaan kendaraan secara rutin.

2. Pelayanan Terminal dan Halte

a. Terpenuhinya persyaratan udara ambien di terminal

b. Terpenuhinya pengaturan jalur kendaraan yang aman bagi penumpang. c. Aman dari criminal

3. Rawan Kecelakaan

a. Pertolongan yang cepat dari kecelakaan.

b. Tersedianya peringatan perambuan di daerah rawan kecelakaan

. c. Tersedianya pelayanan Gawat Darurat di Puskesmas daerah rawan kecelakaan.

d. Menurunnya tingkat kecelakaan lalu lintas

4. Penataan

a. Tingkat kepadatan kendaraan/ kemacetan

b. Pengaturan jalur kendaraan umum, pribadi, sepeda, motor, dan pejalan kaki.

5. Tertib Lalu Lintas dan keselamatan

a. Terlaksananya gerakan disiplin berlalu lintas.

b. Menurunya kasus pelanggaran lalu lintas.

6. Kemasyarakatan

a. adanya pos ronda.

b. Terlaksananya penggunaan bahan baker ramah lingkungan.

c. Tersedianya bengkel yang berkreditasi.

C. Kawasan Pariwisata Sehat

1. Informasi Wisata & Kesehatan

a. Adanya informasi objek

b. Adanya informasi tentang kesehatan

2. Sarana Pariwisata

a. Sertifikat layak usaha meningkat

b. Sertifikat layak restoran meningkat

c. Tidak mencemari lingkungan

d. Terjaminnya bersihan lingkungan.

3. Objek & Daya Tarik wisata

a. Peningkatan jumlah wisatawan.

4. Pelayanan Kesehatan

a. Terselenggaranya asuransi kesehatan bagi wisatawan

b. Kesehatan petugas penjamah makanan di restoran memenuhi syarat

c. Tidak terjadi keracunan makanan

d. Penurunan kasus kecelakaan objek wisata.

5. Sarana Penunjang

a. Adanya sarana telekomunikasi

b. Tersedianya sarana dasar (air bersih, jalan, limbah dan sampah)

c. Tersedianya sarana transportasi wisatawan yg memadai

d. Tersedianya sarana tanggap darurat.

6. Kemasyarakatan

a. Penurunan kasus gangguan keamanan (kerusuhan, anak jalanan, asongan, criminal, dll).

b. Peningkatan pendapatan masyarakat.

c. Terselenggaranya pendidikan/latihan/ kursus bagi masyarakat pemandu pariwisata/pramu wisata.

d. Kawasan Industri & Perkantoran Sehat.


1. Lingkungan fisik industri

a. Industri/perkantoran sesuai dg RUTRK/RDTRK

b. Permukiman di sekitar kawasan industri, tidak kumuh.

c. Emisi/effluent memenuhi persyaratan.

d. Tesedianya ruangan khusus untuk merokok.


2. Lingkungan fisik kantor dan perdagangan

a. Bangunan memenuhi persyaratan fisik dan hygiene.

b. Tidak mencemari lingkungan


3. Penataan sector informal (industri kecil/rumah tangga)

a. Adanya penataan sector informal.

b. Meningkatnya pendapatan sector informal.

c. Penatan hygiene & sanitasi sarana sector informal.

d. Terselenggaranya jaminan pelayanan kesehatan bagi pekerja.


4. Keselamatan dan kesehatan kerja dan pencegahan Kecelakaan & Rudapaksa.

a. Terselenggaranya jaminan pelayanan kesehatan bagi karyawan.

b. Penurunan kasus penyakit akibat kerja.

c. Menurunya angka kematian dan kecacatan karena kecelakaan dan rudapaksa.

d. Berfungsinya institusi Pembina kesehatan dan keselamatan kerja.

e. Emisi/effluent memenuhi syarat.

f. Tempat kerja bebas dari bising.


5. Sosial ekonomi dan budaya dan kesehatan masyarakat

a. Meningkatnya kesempatan kerja atau berusaha bagi masyarakat sekitar. b. Tersedianya pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

c. Terpelihara keamanan dan ketertiban.

d. Tersedianya pendidikan/latihan kursus bagi tenaga kerja.

E . Ketahanan Pangan dan Gizi


E . Ketahanan Pangan dan Gizi

1. Ketersediaan

a. Terlaksananya intensifikasi pertanian dan pola tanam.

b. Masyarakat menyediakan lumbung pangan.

c. Pemerintah menyediakan buffer stock.

2. Distribusi

a. Berfungsinya lembaga distribusi pangan yang ada di masyarakat (koperasi, dll)

3. Konsumsi

a. Terjangkaunya daya beli masyarakat.

b. Meningkatnya KEP total.

c. Masyarakat mengkonsumsi makanan secara B3 (bergizi, beragam & berimbang).

d. Menurunnya proporsi Balita dengan gizi buruk.

e. Berfungsi lembaga untuk konsultasi gizi.

4. Kewaspadaan

a. Penurunan kasus gizi berlebih.

b. Bebas keracunan pestisida pada petani.

c. Kecamatan bebas rawan Pangan.

d. Menurunnya penderita kretin baru

. e. Kecamatan bebas rawan gizi.

5. Kemasyarakatan

a. Aadanya kegiatan kelompok masyarakat dalam upanya penanggulangan masalah gizi.

b. Meningkatnya pendapatan petani.

c. Petani mendapatkan pelatihan Pengendalian hama terpadu dan penggunaan pestisida.

F. Kehidupan Masy. yang Sehat Mandiri

  1. Kawasan Pariwisata Sehat
  • . Informasi Wisata & kesehatan

a. Adanya informasi objek kesehatan

b._Adanya informasi tentanq kesehatan