PANGAN TANGGUH

Pangan Tangguh di Kala Pandemi

Kelurahan Tunjungsekar dalam upaya mendorong Pangan Tangguh di kala pandemi yang memasuki bulan ke 6 sejak covid-19 datang di indonesia. Selain pendirian lumbung pangan di tiap RW , melalui pembinaan dari dinas pertanian kota Malang pemberdayaan pangan mandiri terus di picukan.

Indonesia diperkirakan akan mengalami musim kemarau panjang. Untuk itu PPL menghimbau pada petani untuk melakukan percepatan tanam agar di sisa musim hujan ini petani masih bisa panen. Untuk menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan terutama di masa pandemi covid-19 . Terdapat 2 Gapoktan dan Poktan wanita di kelurahan Tunjungsekar . Yaitu Tunjung sari 1 , Tunjung sari 2 dan kelompok wanita tani Dewi Sri.

Percepatan tanam

Percepatan tanam yang dilakukan kelompok tani Tunjungsari 1 seluas 4.000 meter persegi . Dengan varitas yang direncanakan adalah Inpari 42 dan Ciherang. Pendampingan Dinas pertanian melalui PPL nya terutama dalam kegiatan panen, pengolahan lahan dan tanam. Kegiatan ini untuk percepatan tanam padi pada musim tanam. PPL juga menganjurkan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker dan cuci tangan setelah berkegiatan .

 Selama kegiatan pengolahan sawah kelompok tani Tunjungsari I dilakukan dengan menggunakan satu unit traktor tangan TR2. Keberadaan traktor ini sangat membantu petani dalam efisiensi tenaga dan waktu.

Pengolahan lahan sawah melalui pembajakan dengan menggunakan traktor R2 ini bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah.  Melalui pembajakan ini, kondisi permukaan tanah yang semula keras akan menjadi gembur dan melumpur. Sehingga saat ditanami, akar padi dapat tumbuh dan berkembang leluasa.

PPL Penyuluh dan Pembina Lapangan

Kegiatan pendampingan yang dilakukan para penyuluh dalam rangka percepatan tanam yaitu dengan memberikan contoh arahan kepada para petani . Agar percepatan tanam kembali dapat dilakukan dengan baik dan cepat, guna mendukung program ketahanan pangan.   Para PPL juga melakukan motivasi kepada para petani dalam pengolahan lahan menghadapi musim tanam mendatang.  Kesemuanya merupakan penguatan kapasitas produksi pangan menuju pencapaian swasembada pangan sesuai dengan arahan Mentan RI,

Imbas pandemi covid-19 juga dirasakan oleh para petani. Menurunnya daya beli masyarakat , ketakutan untuk berkegiatan di luar berdampak pada penurutan tingkat perekonomian para petani terutama buruh tani. Untuk itu melalui perhimpunan PPL sekota Malang melakukan bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada para buruh tani.

Disamping tanam padi, di Kecamatan Lowokwaru petani juga bercocok tanam komoditas hortikultura, khususnya sayuran.  Pola tanam bergilir ini adalah upaya untuk menurunkan keasaman atau menaikkan PH tanah .

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *