KAMPUNG SENSASI

Profil Kampung Sensasi ( Sehat aman sanitasi)

Kampung sensasi “Rete papat rewe siji” adalah salah satu lokus ( lokasi khusus ) unggulan Kelurahan Tunjungsekar . Lokus ini adalah upaya mewujudkan kawasan sanitasi sehat di kelurahan Tunjungsekar. Di mana lebih dari 50 % keluarga yang belum ODF berada di Rw 01.

Kampung Sensasi mencerminkan masyarakat yang mempunyai sifat gotong royong saling suport untuk merubah prilaku menuju sehat . Kepedulian akan lingkungan mewujudkan “Kampung Sehat dan Aman Sanitasi”. baca tanggap corona secara swadaya

Hal ini adalah upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta mengimplementasikan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar yang berkesinambungan dalam pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) .

Langkah awal di bulan oktober 2019 RT 04 RW 01 sebagai PKM ( Pusat Kesehatan Masyarakat )Puskesmas Mojolangu . Dimana di selenggarakannya fasilitas pelayanan kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif. Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya.

peninjauan lokasi biofil dan pembinaan dari puskesmas Mojolangu dan Kelurahan sehat

Tujuan Pembentukan kampung STBM

Lebih dari 50 % warga yang membuang limbah rumah tangga termasuk Tinja di kelurahan Tunjungsekar berada di Rw 01 . Kampung ini hadir sebagai sarana percepatan Kelurahan Tunjungsekar menjadi ODF. Dengan di bantu 5 Dasawisma menerapkan 5 pilar di masing masing unggulannya.

Keberadaan kampung ini selaras dengan Progam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM. Yaitu pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Kampung sensasi ini merupakan kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial berdasarkan kesamaan kebutuhan dan nilai-nilai untuk meraih tujuan ODF di kota Malang. Open Defecation Free atau ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan atau di buang di sungai.

Ada 5 pilar yang di tegakkan salah satunya Cuci Tangan Pakai Sabun adalah perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga yang selanjutnya disebut sebagai PAMRT adalah suatu proses pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan

Salah satu unggulan dari pengelolaan limbah domestik di kampung ini adalah terbentuknya Bank sampah , Bank popok , dan juga Bank jelantah secara swadaya . Kemudian hasil pengumpulan ini di jadikan produk yang bernilai ekonomis. Seperti sovenir lilin yang terbuat dari limbah popok bayi bekas dan minyak jelantah , pot dll.

Masyarakat RT 04 RW 01 berharap upaya ini bisa merubah prilaku yang buruk menjadi menuju sehat . Prioritas utama menjaga air sungai dari pencemaran Limbah domestik baik padat maupun cair. Sehingga air sungai tidak tercemar, sehat , bersih dan asri.

Kepengurusan Kampung sensasi

Ketua : bu Yeni

Bendahara : Bu Eko

Seketaris : Bu Hardian

ketua dawis 5 pilar

1 . Pilar BABS ( Buang Air Besar Sembarangan )

Ketua : Bu Dian

Penghijauan : Bu Farida

Pencatatan Biofil Lokus 1 : Bu Sutaji

2 . Pilar CTPS ( Cuci Tangan Pakai Sabun )

Ketua : Bu Nursusanti

Penghijauan : Bu Puji

Kontrol CTPS : Bu Ika

3. Pilar PAMMRT (Pengelolaan Air minum dan Makanan Rumah Tangga )

Ketua : Bu Yudis

Penghijauan : Bu Mudrika

Kontrol Kartu Jentik : Bu Alimin

Bank Popok : Bu Yogi

4. Pilar Pengaman Sampah Rumah Tangga

Ketua : Bu Angga

Penghijauan : P. Parno

Petugas Karolas ( Kartu Olah Sampah ) : Bu Suyahmin

5. Pilar Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

Ketua : Bu Anisa

Penghijauan : Bu Farid

Bank Jelantah : Bu Dikin

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *