7 TATANAN SEHAT

7 TATANAN SEHAT KELURAHAN TUNJUNGSEKAR

  • LATAR BELAKANG DAN ACUAN

Melaksanakan amanah yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 32. Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang isinya antara lain. Di sini terdapat pedoman pelaksanaan 7 tatanan sehat.

penyelenggaraan pembangunan perkotaan dan perdesaan perlu mengikut sertakan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.

Kelurahan Tunjungsekar mengutamakan pendekatan proses  dari pada target. tidak mempunyai batas waktu, dan berkembang secara dinamik. sesuai dengan sasaran yang diinginkan masyarakat dalam pencapaian secara bertahap.

logo kelurahan sehat

PENGERTIAN

  • Pengertian

1. Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan 7 tatanan sehat dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dar, pemerintah daerah.

2. Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat adalah berbagai kegiatan untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat. melalui pemberdayaan masyarakat, melalui forum yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota.

3. Kawasan Sehat adalah suatu kondisi wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat bagi pekerja dan masyarakat, melalui peningkatan suatu kawasan potensial dengan berbagai kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat, kelompok usaha dan pemerintah daerah.

KELURAHAN SEHAT ADALAH

4. Desa/Kelurahan Sehat adalah kondisi dari suatu desa/kelurahan yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya suatu kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan perangkat daerah.

5. Forum adalah wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi. Di Kabupaten/Kota disebut Forum Kabupaten/kota sehat atau nama lain yang disepakati masyarakat. Forum Kabupaten/kota sehat berperan turut menentukan arah, prioritas, perencanaan pembangunan wilayahnya yang mengintegrasikan berbagai aspek, sehingga dapat mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni oleh warganya. baca kegiatan monitoring FKKS

Di Kecamatan disebut Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat (FKD/KS) atau nama lain yang disepakati masyarakat. FKD/KS mempunyai peran mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mensinkronkan dan mensimplikasikan perioritas, perencanaan antara desa/kelurahan satu dengan desa/ke!urahan lainnya di wilayah kecamatan yang dilakukan oleh masing-masing Pokja Desa/kelurahan Sehat.

6. Kelompok Kerja (Pokja) atau narna lain yang disepakati masyarakat adalah wadah bagi masyarakat di pedesaan/ kelurahan atau yang bergerak dibidang usaha ekonomi, sosial & budaya, dan kesehatan untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi dalam kegiatan yang disepakati mereka.

TUJUAN DAN SASARAN

A. TUJUAN

 Tercapainya kondisi kelurahan yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain, sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat.

B. SASARAN

 1. Terlaksananya Program Kesehatan dan sektor terkait yang sinkron dengan kebutuhan masyarakat, melalui pemberdayaan Forum Kelurahan sehat.

2. Terbentuknya Forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik.

 3. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya, serta perilaku dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara adil, merata dan terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya yang ada di Tunjungsekar secara mandiri.

4. Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat urtuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat menjadi iebih baik.

KEBIJAKAN DAN STRATEGI

  1. KEBIJAKAN

a. Memfasilitasi FKKS kelurahan tunjungsekar

b. Kelurahan menerbitkan SK sebagai legalitas

c. Berkomitmen mendukung Progam – Progam yang di usulkan masyarakat dengan mengikutsertakan keterlibatan lembaga –lembaga kemasyarakatan yang ada

2. STRATEGI

  • Melibatkan PKK, Kader Posyandu , Kader Jumantik, Kader Pangan , Kader Kesehatan, Karang taruna , Kader Lansia , BABINSA dan BABINKAMTIPMAS yang dalam forum dan pokja Kelurahan Sehat, sebagai penggerak kegiatan-kegiatan di masyarakat.
  • Melakukan pendekatan Proses secara berkesinambungan dengan melibatkan pembinaan dari PUSKESMAS , FORUM komunikasi kecamatan , dan SKPD terkait.


PENYELENGGARAAN KELURAHAN SEHAT

Hasil akhir yang di harapkan dari penyelenggaraan kelurahan sehat

1. Proses pembangunan dapat disusun bersama-sama dengan masyarakat memperhatikan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi;

2. Masyarakat Iebih mandiri, mampu dan mempunyai kesempatan menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pembangunan kota;

3. Masyarakat ikut bertanggung jawab dan ikut menilai nasil dan manfaat pembangunan tersebut



HAL YANG PATUT DI PERHATIKAN

A. Kelembagaan.

Pendekatan Kabupaten/ Kota/ Kawasan Sehat adalah dengan membentuk Forum Kabupaten/Kota Sehat atau dengan memfungsikan organisasi yang ada dengan nama lain yang disepakati. Keanggotaan forum terdiri dari seluruh wakil anggota Masyarakat, Pemerintah, Swasta, tokoh masyarakat, Perguruan Tinggi, mas media dan lain-lain yang dianggap dapat mewakili kepentingan seluruh masyarakat. Di Kecamatan dibentuk Forum Komunikasi Desa/ Kelurahan Sehat atau dengan memfungsikan organisasi masyarakat yang ada, dengan nama yang disepakati masyarakat. Misalnya Konsil Kesehatan kecamatan (Badan Penyantun Puskesmas). Di perdesaan di bentuk Kelompok Kerja (Pokja) Desa/ Kelurahan Sehat atau dengan memfungsikan organisasi masyarakat yang ada.

PERENCANAAN 7 TATANAN SEHAT

B. Perencanaan

Di dalam merumuskan rencana kegiatan kawasan sehat, dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu ;

1. Program-program di lingkungan kesehatan dan sektor lain menjelaskan aspek lingkungan fisik, sosial dan budaya. termasuk perilaku serta upaya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan, untuk mewujudkan kan Kabupaten/ Kota yang sehat. Di dalam mensosialisasikan kegiatan kepada masyarakat perlu dijelaskan keuntungan apa yang akan diperoleh masyarakat dalam jangka panjang. baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi. Pilihan kegiatan upaya kesehatan yang di sosialisasi kan didalam meningkatkan Kabupaten/Kota/Desa Sehat. perlu dikaitkan dengan perencanaan sektor yang telah direncanakan dan yang termuat dalam perencanaan daerah. serta aspek peningkatan ekonomi kelompok masyarakat di kawasan tersebut.

2. Pada umumnya masyarakat menyatakan kebutuhan mereka dalam wujud peningkatan sumber ekonomi, pemenuhan sarana. prasarana lingkungan, baik secara fisik maupun sosial. Kebutuhan masyarakat dalam bentuk perlunya pelayanan sosial dan kesehatan. maupun prioritas sektor lainnya yang direncanakan merupakan kebutuhan berikutnya.

Dalam hal ini pengelola program kesehatan dan sektor lainnya perlu menjelaskan kepada masyarakat. bahwa kesehatan masyarakat akan dapat terwujud apabila peningkatan sarana dan prasarana lingkungan tersebut diikuti dengan peningkatan perilaku. dan upaya pelayanan kesehatan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan.

PELAKSANAAN 7 TATANAN SEHAT

C. Pelaksanaan

Fungsi Forum Kota Sehat dan Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat adalah:

a. Membentuk dan membina Pokja Kelurahan Sehat

b. Merumuskan usulan, prioritas, sasaran, perencanaan dan evaluasi perkembangan dari Desa/Kelurahan Sehat.

c. Mengupayakan pencarian dan penyaluran sumber pembiayaan yang tidak mungkin ditanggulangi oleh Forum dan Pokja, maka diupayakan dari sumber lain, seperti LSM, swasta dan pemerintah.

d. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masyarakat, pemerintah dan unsur-unsur non pemerintah agar dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

  • Pokja Kelurahan/Desa Sehat berfungsi memformulasikan kegiatan, melaksanakan dan memantau kegiatan Kelurahan, serta menggerakkan potensi yang ada di masyarakat.
  • Usulan kegiatan Pokja Kelurahan/ Desa Sehat diteruskan ke Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat ke Bappeda Kabupaten melalui Camat setempat. untuk dijadikan sebagai paket usulan Desa Sehat, sedangkan di luar usulan tersebut disalurkan kepada sektor terkait dan LSM ( LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT ).
  • Selanjutnya Bappeda ( BADAN PERENCANAAN DAERAH). menyalurkan ke instansi terkait untuk dapat dijadikan sebagai Paket Usulan Kelurahan /Desa, sedangkan di luar usulan tersebut disalurkan kepada sektor terkait dan LSM. Selanjutnya Bappeda menyalurkan ke instansi terkait untuk dapat dijadikan sebagai Paket Usulan Kelurahan/Desa. sedangkan di luar usulan tersebut disalurkan kepada sektor terkait dan LSM.
  • Perumusan pendekatan Kabupaten/Kota Sehat dilakukan oleh Forum Kabupaten/Kota Sehat dan Forum Komunikasi Desa/ Kelurahan Sehat bersama-sama anggota forum dari pemerintah.


7 TATANAN KELURAHAN SEHAT

1. Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum.

2. Kawasan Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi.

3. Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat.

4. Kawasan Pariwisata Sehat.

5. Ketahanan Pangan dan Gizi.

6. Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri.

7. Kehidupan Sosial Yang Sehat.


PENETAPAN INDIKATOR

Penilaian terhadap indikator adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau pencapaian kegiatan. dari segi jangkauan dan output. Sumber data untuk menilai keberhasilan ini adalah daftar masalah yang dapat diatasi dari daftar yang disusun pada lokakarya Perencanaan. Untuk penetapan pemilihan indikator agar memperhatikan hal sebagai berikut:

1. Setiap daerah dapat memilih, menetapkan indikator sesuai dengan kegiatan. kondisi dan kemampuannya, dan kesepakatan bersama dengan pemerintah daerah. Setiap tahun sasaran indikator dan sasaran berkembang sesuai kondisi yang ada.

2. Forum bersama Pemerintah Daerah dapat memilih besaran indikator yang sesuai dengan kapasitasnya.

3. Pencapaian pendekatan Kabupaten/Kota Sehat tergantung dari kemampuan dari masing-masing daerah.

4. Indikator proses adalah cara mengukur seberapa jauh langkah langkah Kabupaten/Kota Sehat sudah dilaksanakan di masing masing daerah:

INDIKATOR 7 TATANAN SEHAT

  • Indikator out put adalah pencapaian sasaran kegiatan yang telah disepakati masyarakat.
  • . Indikator gerakan masyarakat antara lain di tunjuk kan dengan adanya Adanya program percontohan. dana berputar, keterlibatan forum dan masyarakat terhadap program yang dilaksanakan sektor. adanya kegiatan penyuluhan rutin/penyebar luas an informasi melalui media masa/pembuatan media (poster, lief let, kesenian tradisional dll). atau pertemuan/seminar/ workshop, di) atau Forum menyampaikan konsep pemecahan masalah kepada Pemerintah Daerah/sektor tentang program yang disepakati.

Menu kegiatan menurut tatanan dan jenis indikator adalah sebagai berikut:


I. INDIKATOR POKOK

1. Belajar 9 Tahun.

2. Angka Melek Huruf

3. Pendapatan Perkapita domestik.

4. Angka Kematian Bayi .

5. Angka Kematian Balita .

6. Angka Kematian Ibu Melahirkan .

7. Adanya RUTRK (Rencana Detail Tata Ruangan Kota).

8. Program dana sehat dan jaminan sosial nasional bagi masyarakat miskin.


II. INDIKATOR UMUM

1. Adanya dukungan pemda.

2. Adanya program pendukung di sektor.

3. berfungsinya tim Pembina Kab/ kota dan Kecamatan.

4. berfungsinya Forum Kan/ kota.

5. Adanya sekretariat Forum

6. Berfungsinya Forum Komunikasi Desa/ kelurahan.

7. Berfungsinya Pokja Kelurahan/Cesa.

8. Adanya kesepakatan masyarakat dan pemda tentang pilihan tatanan dan kegiatan.

9. Adanya perencanaan forum yg disepakati masyarakat dan pemda.

10. Adanya kegiatan yang dilaksanan oleh masy. melalui forum/ forum komunikasi/ pokja.


III. INDIKATOR KHUSUS

A. Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat Indikator Kab/ kota Sehat

1. Udara Bersih

a. Memenuhi standar ISPU

b. Kendaraan bermotor memenuhi syarat emisi

c. Peningkatan penggunaan bahan bakar yang memenuhi syarat.

d. Penurunan Kasus gangguan pernapasan (ISPA/pneumonia)

e. Penurunan kasus TB Paru

2. Air Sungai Bersih

a. Terlarang membuang sampah ke sungai.

b. Terlarang membuang kotoran manusia ke sungai

c. Terlarang membuang sampah limbah industri ke sungai

d. Adanya penataan fisik bantaran sungai

3. Penyediaan Air Bersih Individu dan Umum

a. Meningkatnya cakupan penggunaan air bersih.

b. Meningkatnya cakupan Kualitas air minum memenuhi syarat kesehatan. c. Meningkatnya % Masyarakat yang memeriksakan airnya ke laboratorium.

d. Penurunan kasus Diare

4. Pembuangan Air Limbah Domestik (Rumah Tangga)

a. Sistem pengolahan limbah kota memenuhi syarat.

b. Adanya gerakan masyarakat dalam pembangunan SPAL/jamban.

c. Cakupan penggunaan Sarana air limbah dan jamban keluarga yang memenuhi syarat.

d. Selokan bebas jentik nyamuk.

e. Penurunan Kasus Filariasis (kaki gajah).

5. Pengelolaan Sampah

a. Sampah tidak menumpuk di TPS/ permukiman.

b. Terlaksananya pemisahkan sampah basah dengan sampai lainnya.

c. TPA tidak mencemari lingkungan.

d. Angka kepadatan lalat

e. Angka jentik aedes.

f. Terlaksananya program PSN 3M, di sekolah, tempat- tempat umum

6. Perumahan dan Permukiman

a. Adanya sarana fasilitas umum

b. Bebas jentik aedes

c. Bebas banjir.

d. Meningkatnya Rumah Sehat yang memenuhi syarat.

e. Menurunnya keluhan kesehatan akibat pencemaran industri/pertambangan

f. Tidak terjadi KLB penyakit Diare & DBD, atau malaria.

g. Meningkatnya pemanfaatan Puskesmas

h. Rumah Sakit menyelenggarakan pelayanan 4 (empat) spesialis dasar.

7. Sekolah

a. Adanya kegiatan UKS dan Organisasi BP3.

b. Meningkatnya kesehatan murid.

c. Terlaksananya program olahraga yang terencana.

d. Menurunnya jumlah peserta didik putus sekolah.

8. Pengelolaan Pasar

a. Keamanan dan kenyamanan terjamin.

b. Pemeliharaan kebersihan oleh pedagang

c. Tersedia sarana mencegah kebakaran

d. Toilet umum terjaga kebersihannya

e. Pasar yang memenuhi persyaratan

f. Terlaksananya program jaminan kesehatan pada pedagang.

9. Sarana Olah Raga dan Rekreasi dan Tempat Bermain Anak- anak

1. Tersedianya sarana prasarana untuk berolah raga.

2. Tersedianya tempat bermain anak-anak dan rekreasi

3. Tersedianya pelayanan kesehatan olah raga

4. Meningkatnya derajat kesegaran/kebugaran jasmani

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *